Minggu, 10 Oktober 2021

EKSISTENSI MANUSIA

  Eksistensi Manusia 


        Keberadaan manusia di muka bumi ini sering kali menjadi persoalan yang penting bagi manusia itu sendiri. Siapakah manusia itu, dari mana asalnya, mengapa manusia itu ada, untuk apa manusia diciptakan, berbeda kah manusia dengan makhluk lain, dan masih banyak lagi pertanyaan mengenai kenapa manusia itu ada. Hal ini mendorong manusia untuk lebih memahami dan lebih peka tentang apa itu eksistensi manusia. Sebelum kita tahu apa itu arti tentang eksistensi manusia, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu arti dari kata eksistensi.

        Kata eksistensi berasal dari kata latin eksistere, dari eks “keluar” sister “membuat berdiri” artinya apa yang ada, apa yang memiliki aktualitas, apa yang dialami. Konsep ini menekankan bahwa suatu itu ada. Oleh karena itu, kata "eksistensi" diartikan: manusia berdiri sebagai diri sendiri dengan keluar dari dirinya dan manusia sadar bahwa dirinya ada.

        Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal untuk berpikir. Manusia diberikan kebebasan untuk menjadi pemakmur di muka bumi ini. Diberikan kebebasan untuk memakmurkan dirinya sendiri atau bahkan ikut memakmurkan dan menyejahterakan bumi.

        Secara universal, keberadaan manusia diciptakan Tuhan sebagai pengisi alam semesta adalah untuk menjadi khalifah (pengganti/penerus) peran Tuhan untuk memanfaatkan dan memakmurkan bumi dengan sebaik-baiknya menjadi kehidupan yang baik bagi manusia itu sendiri dan untuk meraih kemajuan hidup yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, manusia perlu menggali potensi dirinya dan memperluas keilmuannya, sehingga manusia itu ada kekuatan untuk meng-explore kebergunaan di muka bumi ini.

        Di sisi lain, manusia adalah sebagai hamba Allah yang secara kodrati sebagai budak Tuhan untuk mengerjakan agenda-Nya atau program-Nya, yaitu menjadikan kehidupan bumi untuk lebih maju dan lebih makmur. Dan bisa kita lihat fenomena kehidupan manusia dari zaman ke zaman yang terus berkembang dan lebih maju, lebih mudah, dan lebih nyaman, itu semua pada dasarnya adalah karena manusia terus meng-explore potensinya, kemampuannya, dan juga keilmuannya.

        Manusia sebagai makhluk individu, pada dasarnya memiliki fitrah untuk memiliki keinginan yang sama, yaitu ingin maju, bahagia, dan selamat. Untuk meraih kemajuan, tentunya manusia harus memiliki modal atau kekuatan ilmu dan skill. Oleh karena itu, manusia harus selalu belajar dan belajar. Dan harus siap untuk mengaktifkan pikiran, siap bekerja keras, dan mengoptimalkan pengorbanan dan kesabaran.

        Adapun untuk meraih bahagia, manusia perlu jalinan kasih sayang, saling peduli, dan perhatian. Kasih sayang lah sebagai modal untuk manusia bisa bahagia. Adapun bahagia tidak bisa datang dengan sendirinya, tapi harus dibangun, diupayakan, diproses, dan diciptakan untuk menjadi sebuah kebiasaan, contohnya melalui ucapan yang baik, ujaran yang positif, juga melalui perilaku-perilaku yang menyenangkan dan menjaga dari perilaku-perilaku yang menyakitkan.

        Selanjutnya, untuk meraih selamat, manusia butuh petunjuk, arahan, dan bimbingan, terutama untuk keselamatan jiwa, hati, dan rasa. Seperti yang kita ketahui bahwa jiwa manusia itu adalah produk Tuhan, sehingga Tuhan sendiri yang tahu bagaimana jiwa pada posisi selamat, yaitu melalui petunjuk-Nya. Jiwa sebagai unsur terpenting pada diri manusia, sangat membutuhkan asupan-asupan yang baik. Seperti halnya fisik manusia agar tetap sehat, dibutuhkan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi. Fisik membutuhkan makanan 4 sehat 5 sempurna dan membutuhkan imunitas yang tinggi, demikian juga dengan jiwa yang membutuhkan asupan (entry) berupa keterangan-keterangan (konsep-konsep) kebenaran yang selaras dengan firman-Nya (Al-Quran) dan selaras dengan hukum-hukum alam.

        Kembali kepada eksistensi manusia untuk menyelamatkan jiwanya, dibutuhkan petunjuk dari Sang Maha Penyelamat (Tuhan). Ketika manusia menyalahi petunjuk Sang Maha Penyelamat, maka akan terjadi error dan penyimpangan yang mengakibatkan celaka. Baik celaka di dunia, terlebih celaka di akhirat.

        Eksistensi manusia sebagai makhluk sosial, Tuhan menciptakan manusia berkembang biak, berketurunan, sehingga tercipta sebuah keluarga, atau komunitas sosial. Sehingga diantara manusia ada komunikasi sosial, dimana satu sama lain saling membutuhkan. Dasar-dasar yang harus dikembangkan dalam berkomunikasi sosial adalah saling menasehati dan saling memberikan pengaruh positif, saling tolong-menolong, atau saling berinteraksi dengan cara yang baik dengan memenuhi aturan, norma, tatakrama, dan etika. Satu sama lain saling menjaga kerukunan dalam berkehidupan, tidak saling mengganggu, tidak saling memperdaya, dan tidak saling menghina. 

        Seperti halnya, Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-berbangsa, berbeda bahasa yang menghasilkan budaya yang berbeda-beda, itu semua dalam rangka untuk saling mengenal (adanya interaksi yang baik) dengan cara menghargai budaya satu dengan budaya lainnya, dan tetap menjunjung tinggi budayanya masing-masing. Seperti yang kita ketahui di negara kita banyak sekali suku-suku yang mempunyai warna budaya yang berbeda-beda. Misalnya suku sunda, suka jawa, suka batak, suku badui, dan lain-lain, yang semua itu hakikatnya adalah Tuhan yang menghendaki. Maka janganlah menjadi halangan untuk kita tetap saling berinteraksi yang baik, terlebih sebagai sesama anak bangsa (satu nusantara).

 

 Jadi dapat juga disimpulkan terkait eksistensi manusia adalah :

1)       Sebagai khalifah di muka bumi (pemakmur bumi)

2)       Sebagai Hamba (Budak) Allah yang merepresentasikan agenda Allah di muka bumi

3)       Sebagai makhluk individu yang ingin meraih maju, bahagia, dan selamat

4)       Sebagai makhluk sosial

5)       Sebagai makhluk yang berbudaya

 

 

 

Sumber :

https://www.kompasiana.com/farichaicha/550eac8ea33311ab2dba83a4/eksistensi-manusia

http://repository.radenintan.ac.id/250/1/SKRIPSI_FIX_New.pdf

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Direct Method

Direct Method is a method that aims to ensure that students can speak the target language fluently. Students can practice their language usi...