Minggu, 02 Januari 2022

METODE PEMBELAJARAN BAGI ANAK

 

Metode Pembelajaran bagi Anak

 

    Sebagai calon pendidik, kita harus tahu bahwasanya cara mengajari dan mendidik anak murid atau pelajar itu tidak hanya berfokus pada satu cara. Banyak sekali cara atau metode yang dapat calon pendidik ambil dan calon pendidik terapkan dalam melakukan pembelajaran kepada para pembelajar/anak muridnya nanti.

     Karena cara belajar setiap murid itu berbeda-beda dan bervariasi, juga karaktrer anak didik yang sudah pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya, ada anak murid yang cepat tanggap, yang kurang tanggap, atau sama sekali tidak masuk ke dalam circle pembelajaran. Maka dari itulah, si pendidik diharapkan mampu untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan berkualitas. Mampu memikirkan dan mengimplementasikan bagaimana caranya untuk memahami karakter anak atau gaya belajar anak, melakukan pertimbangan dan solusi saat menemukan anak didik yang ‘sedikit’ kurang terikat pada aturan atau bahkan dalam kegiatan pembelajaran, dan melakukan metode pembelajaran yang ‘appropriate level’ atau sesuai dengan levelnya.

     Berbicara tentang karakter, mungkin ada saja anak didik yang kurang terikat/masuk dalam kegiatan pembelajaran, hal itu mungkin karena karakter atau gaya belajar anak didik tersebut berbeda-beda, karakter itu menyangkut dengan gaya belajar anak. Gaya belajar anak bisa berupa audio/auditori ataupun visual. Pertama adalah gaya belajar ‘auditori’ yang berarti si anak didik mempunyai gaya belajar berupa ‘mendengarkan’ dan biasanya menyerap informasi secara optimal dengan mengandalkan indera pendengaran. Dengan gaya belajar ‘auditori’ ini anak didik bisa lebih mudah untuk menyerap pelajaran dengan baik dengan cara diucapkan, contohnya seperti, ia akan lebih paham dan mudah mencerna materi pelajaran jika materi itu disampaikan dengan cara diucapkan.

     Untuk metode pembelajaran dengan gaya belajar auditori, calon pendidik bisa melakukan dan menerapkan pembelajaran yang inovatif seperti memberikan materi melalui audio-visual, dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mencerna dan mempelajari lagi apa yang sudah didengarnya. Setelah itu, pendidik bisa bertanya sebagai salah satu feedback dari kegiatan pembelajaran, seperti bertanya, “Apakah sudah paham dengan materinya?” hanya untuk sekedar mengetahui  bahwa si anak didik benar-benar paham dan dapat menangkap materinya dengan baik.

     Yang kedua adalah gaya pembelajaran ‘visual’. Untuk gaya pembelajaran ini, anak didik cenderung lebih mudah menangkap dan menyerap informasi dengan cara melihat simbol, gambar atau ilustrasi. Anak didik ini lebih mengandalkan indera penglihatannya serta imajinasinya. Dengan gaya belajar ini, anak didik akan lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara melihat ilustrasi atau pun menonton video.

     Untuk metode pembelajaran dengan gaya belajar visual, pendidik bisa menyuguhkan materi dengan video dan ilutrasi menarik, sehingga anak didik bisa berimajinasi tentang materi apa yang disampaikan. Dengan begitu, anak didik bisa lebih mudah mencerna dan memahami materi pelajaran melalui hasil imajinasinya. Untuk melakukan feedback pembelajaran, pendidik bisa melakukan diskusi ataupun tanya jawab mengenai materi yang sudah disampaikan melalui video agar pendidik tahu sejauh mana pemahaman si anak didik tersebut.

     Dan untuk melakukan pembelajaran di dalam kelas, pendidik diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan levelnya. Tidak kurang dan juga tidak lebih dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dan maksud sesuai level ini adalah pendidik bisa memberikan materi yang sesuai dengan tingkatan/level si anak didik, dan bisa membaca atau mengira-ngira tingkat kesukaran materi yang akan disampaikan kepada anak didik. Sehingga si pendidik bisa lebih menyederhanakan bahasan materi agar appropriate/sesuai dan dapat dipahami oleh si anak didik.

     Untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang baik di dalam kelas, pendidik diharapkan mampu untuk membaca karakter dan gaya belajar anak didik, mampu menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan up to date, mampu memberikan pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar anak didik, seperti kegiatan pembelajaran pada gaya belajar auditori ataupun gaya belajar visual, dan melakukan pengajaran yang in appropriate level atau sesuai dengan level/tingkatan pemahaman si anak didik.

 

 

Penulis

Arin Ruhama Sabila

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Direct Method

Direct Method is a method that aims to ensure that students can speak the target language fluently. Students can practice their language usi...