Senin, 13 Desember 2021

Aku, Arin Sabila

Hai semua.. Perkenalkan, namaku Arin Ruhama Sabila. Aku biasa dipanggil Arin. Aku adalah anak terakhir dari 5 bersaudara. Aku dilahirkan di Kota Kuningan--kota yang dijuluki dengan sebutan kota asri, aku lahir tepatnya pada tanggal 12 September 2002. Kata mamaku, semua orang menyambut kehadiranku dengan suka cita. Keluargaku menginginkan kehadiranku. Aku tersanjung. 


Mengingat masa dimana aku berada di taman kanak-kanak, aku sadar bahwa dulu aku adalah orang yang sangat bahagia. Aku mempunyai orang tua yang lengkap- yang sampai sekarang mereka masih diberi umur panjang oleh-Nya, Thank God.. Dan juga kakak-kakak yang penyayang, yang tak ingin melihatku menangis dan terluka. Aku mempunyai teman bermain yang menyenangkan dan berkat mereka aku jadi mempunyai kenangan yang indah. Masa taman kanak-kanak adalah masa yang indah. Jika saja waktu bisa berputar kembali, aku harap aku bisa merasakannya lagi. 


Lanjut saat aku berada di masa Sekolah Dasar, aku juga memiliki memori yang bagus di sana. Aku banyak berteman dengan orang-orang baik, aku banyak mengikuti perlombaan, aku selalu mendapat nilai rapot dan peringkat yang bagus, dan berkat hasil kerja kerasku itu, aku selalu mendapatkan hadiah/reward ketika aku berhasil mendapatkan nilai rapot diatas 85. Aku pun ingat, saat aku berhasil mendapatkan peringkat 1 di kelas, aku diberi hadiah berupa sepeda oleh orang tuaku. What a beautiful gift! Di masa itulah aku sangat percaya pada diriku sendiri. Yang dimana, aku merasa bahwa aku seperti menemukan jati diriku. 


Saat masa itu pula, aku pernah meraih juara 1 lomba menggambar, mungkin saat itu lah aku jadi suka untuk menggambar. Yang dimana, aku jadi punya hobi menggambar walau aku tau karyaku tak sebagus orang lain. Tapi aku tetap bersyukur. Setidaknya aku masih punya hal yang aku sukai. 


Beranjak ke masa SMP, aku sedikit merasa sedih, karena di sekolahku yang baru aku berpisah dengan sahabat semasa TK. 7 tahun bersama, berteman dan bercanda tawa, kini pupus sudah. Aku berbeda sekolah dengannya. Padahal aku sudah bersikukuh mengajaknya untuk bersekolah di SMP yang sama, tapi katanya dia tidak percaya diri. Jadi dia memilih untuk masuk ke MTs di dekat rumah. Tak mengapa, aku masih bisa berkomunikasi dengannya walau tak se-intens dulu, sedih memang, tapi mau bagaimana lagi?


Aku beradaptasi dengan baik di sekolah baruku. Aku juga mempunyai teman yang baik di sana, teman yang memiliki satu hobi denganku, teman yang bisa dibilang satu frekuensi. Di SMP, aku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler PASKIBRA, aku juga sempat bergabung dengan OSIS, tapi tak lama, hanya satu tahun saja, setelahnya aku pamit mengundurkan diri. Aku lebih memilih untuk menjadi anggota PASKIBRA karena aku suka saat melakukan variasi gerakan baris-berbaris. Di PASKIBRA, posisiku adalah sebagai danton, aku juga merangkap sebagai penggerek bendera. Tapi aku juga pernah menjadi pembentang bendera. Jika diingat kembali, rasanya sangat rindu. 


Lanjut saat masa SMA, sama seperti masa SMP, awalnya aku merasa sedih karena aku berpisah dengan teman baikku. Tapi, karena aku mendapatkan teman baik di sini, aku perlahan-lahan bisa move on. Dan aku bisa belajar dengan baik di sini. Aku masuk jurusan MIPA, yang dimana setiap harinya tak jauh dari kata "hitungan", sampai-sampai aku merasa lelah sendiri, ditambah aku kurang menyukai pelajaran Fisika. Aku jadi bingung, kenapa aku masuk ke jurusan ini? Bahkan aku saja tak berminat masuk ke dunia kesehatan dan teknik. 


Tapi meski begitu, aku pernah menjadi juara paralel ke-2. Saat SMA, aku pernah mengikuti lomba role play EEC yang diadakan oleh Universitas Kuningan, beruntung kami mendapatkan juara ke-3. Dan juga aku pernah mengikuti lomba Newscaster yang diadakan oleh universitas yang sama. Tapi kali ini aku tak lolos sebagai finalis juara. Tak mengapa.. 


Saat di SMA, aku mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler yaitu English Creative Club. Di sana aku banyak berinteraksi dengan orang yang sama-sama suka belajar bahasa inggris. Bahkan, kadang aku merasa insecure karena mereka jauh lebih jago dan pandai dalam berbahasa. Aku juga sempat mengikuti Paduan Suara, tapi belum genap 6 bulan, aku pamit mengundurkan diri. 


Dan tiba dimana masa pandemi datang, kami yang semula akan mengadakan kegiatan study tour, tepat pada saat Hari H, semuanya batal begitu saja. Tentu saja kami semua merasa sedikit kecewa. Padahal study tour adalah moment yang paling kami tunggu-tunggu. Tapi it's okay, mencegah lebih baik daripada mengobati. 


Dan di sinilah aku, aku sudah beranjak dewasa. Kini aku sudah duduk di bangku perkuliahan. Dengan berharap bahwa aku bisa semakin baik ke depannya. Semoga Universitas Kuningan bisa menuntunku dan membawaku ke arah yang lebih baik. Semoga aku bisa berjuang di sini sampai aku lulus sarjana nanti. Amin.. 


Direct Method

Direct Method is a method that aims to ensure that students can speak the target language fluently. Students can practice their language usi...