Senin, 10 Januari 2022

ESSAY PENDIDIKAN



Animo Masyarakat Desa Cikaso Terhadap Pendidikan.

 

Pendidikan adalah hal yang penting yang harus ditempuh oleh setiap orang. Karena pentingnya pendidikan itulah, Indonesia peduli dan banyak memberikan fasilitas berupa sekolah-sekolah, lembaga-lembaga pendidikan, baik itu negeri maupun swasta. Demikian juga Kabupaten Kuningan semakin membenahi diri untuk menjadi Kota Pendidikan. Untuk itulah pendidikan sangat diprioritaskan. Demikian halnya di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, animo masyarakat terhadap pendidikan pada umumnya sangat bagus. Terbukti dengan minat masyarakat untuk menitipkan anak-anaknya di lembaga pendidikan, dari mulai pendidikan anak usia dini (PAUD), sampai ke sekolah menengah atas. Bahkan, sebagian masyarakat sudah mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik perguruan tinggi yang ada di Kota Kuningan, maupun yang berada di luar Kota Kuningan.

Adapun bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Desa Cikaso bisa terlihat dari adanya lembaga-lembaga pendidikan, diantaranya, Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baik pendidikan anak usia dini secara formal, yaitu TK Bhakti Muslimin dan TK Negeri Unggulan Kuningan yang berada di Desa Cikaso. Demikian juga, lembaga pendidikan anak usia dini non-formal, yaitu lembaga-lembaga kelompok belajar (Kober), diantaranya ada PAUD KOBER Renuris, yang berada di blok Manis, Desa Cikaso, PAUD KOBER Al-Ma Arief yang berada di blok Wage, Desa Cikaso, PAUD KOBER Rabbani yang berada di blok Kliwon, Desa Cikaso, lalu ada PAUD KOBER Daarul Faalah yang berada di blok Puhun, Desa Cikaso, dan PAUD KOBER Al-ghofaar yang berada di blok Puhun, Desa Cikaso.

            Adapun lembaga pendidikan tingkat dasar, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Cikaso, SD Negeri Desa Cikaso, dan SD Negeri Unggulan Kuningan yang berada di Desa Cikaso. Adapun lembaga pendidikan Tingkat menengah yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) PUI Cikaso. Untuk jenjang SMP dan SMA, rata-rata berada di luar Desa Cikaso, misalnya SMP Negeri 1 Kramatmulya, SMP Negeri 1 Kuningan. Begitupun untuk jenjang SMA/SMK, seperti SMA Negeri 1 Kuningan, SMA Negeri 2 Kuningan, dan SMA Negeri 3 Kuningan.

            Dari tahun ke tahun, pada umumnya orang tua tidak hanya memenuhi kewajiban belajar selama 12 tahun, tetapi lebih dari itu menginginkan anaknya melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi. Terlebih dengan adanya fasilitas lembaga perguruan tinggi di daerah sendiri, yaitu Kota Kuningan, seperti Universitas Kuningan, UNISA, STIKes Kuningan, STKIP Muhammadiyah Kuningan, dll. Dan ada juga beberapa yang berkuliah di luar Kota Kuningan, baik PTN maupun PTS.

            Dengan melihat data dan fakta di atas, memberikan gambaran bahwa pendidikan sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terkhusus bagi masyarakat Desa Cikaso, dan sangat disadari bahwa untuk meningkatkan taraf kemajuan kehidupan, harus dengan adanya peran pendidikan. Hal ini memberikan optimisme, bahwa generasi ke depan akan lebih baik untuk membangun peradaban dan kehidupan, serta memajukan peningkatan keberadaan Desa Cikaso, baik tingkat kesejahteraan, ekonomi, sosial, dan budaya. Terlebih lagi bisa mendukung terhadap program-program pemerintah daerah Kuningan, yaitu untuk menyukseskan Kuningan sebagai Kota Pendidikan.

            Kesimpulannya, pendidikan di Desa Cikaso terbilang sudah cukup bagus, terbukti dengan adanya sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat PAUD sampai MTs. Dan banyaknya usia sekolah yang masuk ke lembaga-lembaga pendidikan, baik yang berada di Desa Cikaso maupun yang berada di luar Desa Cikaso. Baik dari tingkat pendidikan usia dini maupun tingkat pendidikan perguruan tinggi.

PUISI PENDIDIKAN 2

 

Hak Pendidikan

Karya : Arin Sabila


Terenyuh jiwa melihat banyak ketimpangan

Ketimpangan dan kekurangan akan pendidikan

Mencari secuil ilmu sambil bergandengan

Walau keberuntungan tak berada di tangan


Helaan demi helaan terdengar

Mencoba menghadapinya dengan sabar

Terus bersemangat tiada gentar

Agar kelak menjadi orang pintar


Untukmu pendidikan di Indonesiaku

Ku harap kau kan semakin maju

Menjadikan putera-puteri yang berilmu

Tanpa harus merogoh uang saku





PUISI PENDIDIKAN 1

 

GEMINTANG KU UKIR

Karya : Arin Sabila


Kulihat diriku di belakang

Tersenyum dan tertawa riang

Mengepalkan tangan dengan gamblang

Sambil berucap dan berbisik "gemintang"


Gemintang karena pendidikan

Cemerlang karena pendidikan

"Diriku" tiada henti mengucapkan

Berharap nyala api selalu dikobarkan


Aku tersenyum getir

Mengukir pahatan yang sulit ku ukir

Untuk bisa berproses dan berpikir

Menjadi kuat layaknya petir


Tangan ku kepalkan 

Menaklukan rintangan yang sukar ku taklukan

Hanya demi pendidikan

Hingga gemintang menuntun pada kesuksesan


Minggu, 02 Januari 2022

METODE PEMBELAJARAN BAGI ANAK

 

Metode Pembelajaran bagi Anak

 

    Sebagai calon pendidik, kita harus tahu bahwasanya cara mengajari dan mendidik anak murid atau pelajar itu tidak hanya berfokus pada satu cara. Banyak sekali cara atau metode yang dapat calon pendidik ambil dan calon pendidik terapkan dalam melakukan pembelajaran kepada para pembelajar/anak muridnya nanti.

     Karena cara belajar setiap murid itu berbeda-beda dan bervariasi, juga karaktrer anak didik yang sudah pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya, ada anak murid yang cepat tanggap, yang kurang tanggap, atau sama sekali tidak masuk ke dalam circle pembelajaran. Maka dari itulah, si pendidik diharapkan mampu untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan berkualitas. Mampu memikirkan dan mengimplementasikan bagaimana caranya untuk memahami karakter anak atau gaya belajar anak, melakukan pertimbangan dan solusi saat menemukan anak didik yang ‘sedikit’ kurang terikat pada aturan atau bahkan dalam kegiatan pembelajaran, dan melakukan metode pembelajaran yang ‘appropriate level’ atau sesuai dengan levelnya.

     Berbicara tentang karakter, mungkin ada saja anak didik yang kurang terikat/masuk dalam kegiatan pembelajaran, hal itu mungkin karena karakter atau gaya belajar anak didik tersebut berbeda-beda, karakter itu menyangkut dengan gaya belajar anak. Gaya belajar anak bisa berupa audio/auditori ataupun visual. Pertama adalah gaya belajar ‘auditori’ yang berarti si anak didik mempunyai gaya belajar berupa ‘mendengarkan’ dan biasanya menyerap informasi secara optimal dengan mengandalkan indera pendengaran. Dengan gaya belajar ‘auditori’ ini anak didik bisa lebih mudah untuk menyerap pelajaran dengan baik dengan cara diucapkan, contohnya seperti, ia akan lebih paham dan mudah mencerna materi pelajaran jika materi itu disampaikan dengan cara diucapkan.

     Untuk metode pembelajaran dengan gaya belajar auditori, calon pendidik bisa melakukan dan menerapkan pembelajaran yang inovatif seperti memberikan materi melalui audio-visual, dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mencerna dan mempelajari lagi apa yang sudah didengarnya. Setelah itu, pendidik bisa bertanya sebagai salah satu feedback dari kegiatan pembelajaran, seperti bertanya, “Apakah sudah paham dengan materinya?” hanya untuk sekedar mengetahui  bahwa si anak didik benar-benar paham dan dapat menangkap materinya dengan baik.

     Yang kedua adalah gaya pembelajaran ‘visual’. Untuk gaya pembelajaran ini, anak didik cenderung lebih mudah menangkap dan menyerap informasi dengan cara melihat simbol, gambar atau ilustrasi. Anak didik ini lebih mengandalkan indera penglihatannya serta imajinasinya. Dengan gaya belajar ini, anak didik akan lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara melihat ilustrasi atau pun menonton video.

     Untuk metode pembelajaran dengan gaya belajar visual, pendidik bisa menyuguhkan materi dengan video dan ilutrasi menarik, sehingga anak didik bisa berimajinasi tentang materi apa yang disampaikan. Dengan begitu, anak didik bisa lebih mudah mencerna dan memahami materi pelajaran melalui hasil imajinasinya. Untuk melakukan feedback pembelajaran, pendidik bisa melakukan diskusi ataupun tanya jawab mengenai materi yang sudah disampaikan melalui video agar pendidik tahu sejauh mana pemahaman si anak didik tersebut.

     Dan untuk melakukan pembelajaran di dalam kelas, pendidik diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan levelnya. Tidak kurang dan juga tidak lebih dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dan maksud sesuai level ini adalah pendidik bisa memberikan materi yang sesuai dengan tingkatan/level si anak didik, dan bisa membaca atau mengira-ngira tingkat kesukaran materi yang akan disampaikan kepada anak didik. Sehingga si pendidik bisa lebih menyederhanakan bahasan materi agar appropriate/sesuai dan dapat dipahami oleh si anak didik.

     Untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang baik di dalam kelas, pendidik diharapkan mampu untuk membaca karakter dan gaya belajar anak didik, mampu menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan up to date, mampu memberikan pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar anak didik, seperti kegiatan pembelajaran pada gaya belajar auditori ataupun gaya belajar visual, dan melakukan pengajaran yang in appropriate level atau sesuai dengan level/tingkatan pemahaman si anak didik.

 

 

Penulis

Arin Ruhama Sabila

 

 

 

 

 

 

Direct Method

Direct Method is a method that aims to ensure that students can speak the target language fluently. Students can practice their language usi...